Ketika
seseorang menjadi jomblo, sebetulnya ia sedang berada pada zona yang benar
untuk lebih memperbaiki diri. Namun perlu di akui juga, sebab mayoritas orang masih
ada yang beranggapan bahwa tatkala seseorang telah menjadi jomblo hidupnya akan
dipenuhi dengan kegalauan, kemurungan, keresahan bahkan selalu merana tingkat
dewa. Padahal hakikatnya, jomblo itu sendiri merupakan salah satu amanah dari
Tuhan. Untuk itu, mari kita siaga menjaga amanah tersebut agar Tuhan tetap lebih
menyayangi kita.
 |
| Doc. Pribadi |
Meski
jomblo selalu menjadi materi yang menarik untuk dijadikan bahan dialog. Tentu
topik ini pun tak jarang sering menimbulkan luka bagi para jomblo yang
mendengarnya. Kadang juga saat perbincangan tentang tema jomblo ini
berlangsung, suasana kerap memanas akibat salah satu pihak yang belum sepakat
terkait presentasi perihal jomblo. Yakinlah, bahwa di dunia ini tidak ada
seorang pun yang ingin menyandang status tersebut, karena pada fitrahnya
manusia itu memang diciptakan berpasang-pasangan oleh Tuhan.
Bukankah
Rasulullah SAW telah memberikan pedoman kepada umatnya, bagaimana kita mencari
pasangan yang baik, mulai dari hartanya-kedudukannya-parasnya-agamanya, dan
diantara keempat hal tersebut pilihlah yang paling bagus agamanya, niscaya kita
akan beruntung. InsyaAllah. Alangkah indahnya jika kelak pasangan kita semangat
beragamanya tinggi. Dan panduan yang diberikan oleh Rasulullah SAW tadi, sudah
sangat jelas sekali agar umatnya tidak tersesat dan selamat dunia-akhirat.
Menjadi jomblo berarti
sudah kalah dalam permainan. Itu persepsi yang amat salah dan perlu
dibenahi, sebetulnya. Mari dari sekarang setelah Anda membaca buku ini, buang
jauh-jauh asumsi kotor tersebut. Seorang jomblo tak sehina yang kita bayangkan.
Jomblo itu amanah, jomblo itu mulia. Mari renungkan, betapa indah cara Allah
SWT mencintai hamba-hambanya. Dia hanya ingin kita lebih dekat dan memohon
kepada-Nya. Oleh sebab itu, Allah jadikan kita sebagai seorang jomblo supaya
kita makin mencintai-Nya bukan kian cinta terhadap sesuatu yang justru
mendatangkan dosa dan malapetaka. Ingatlah, bahwa Allah akan sangat cemburu
jika kita sebagai hamba-Nya lupa dan jauh dari-Nya.